Edukasi Polisi Sahabat Anak pada Siswa TK Bunda Alesha

Edukasi Polisi Sahabat Anak pada Siswa TK Bunda Alesha

Puluhan murid Taman Kanak-Kanak (TK) Bunda Alesha, mendatangi Polsek Taruma Jaya untuk belajar dan bermain, Kamis 13 Desember 2018.

Kehadiran anak-anak ini disambut gembira Kanit Binmas Polsek Tarumajaya Iptu H.Riyadi didampingi Bhabinkamtibmas Desa Pusaka Rakyat Aiptu Mahmudi dan Bhabinkamtibmas Desa Segara Jaya Bripka Nurhadi.

Berkumpul ruang Gedung Aula Polsek Taruma Jaya, Jalan Raya Taruma Jaya, Desa Pantai Makmur, yang baru selesai di bangun Kapolsek Taruma Jaya AKP Agus Rohmat, terlihat 45 murid TK ini mendapat pembelajaran edukasi.

Kanit Binmas mengajari murid-murid TK yang pimpinan Ari Kuswijayanti, dengan memberi materi mulai tata cara tertib lalu lintas, edukasi cara menjaga diri, edukasi mencintai sesama dengang sikap tenggang rasa, dan edukasi mencegah penculikan.

“Ini merupakan kegiatan Polisi Sahabat Anak, dengan cara mengajari tertib lalu lintas, maupun edukasi lainnya yang sangat berguna bagi anak-anak usia dini,” kata Kasi Humas Polsek Taruma Jaya Aiptu R.Bhakti Purnama. [POB1]

Sumber: Pos Bekasi
Bagikan:

Mediasi Warga Proyek Tol Cilincing–Cibitung

Mediasi Warga Proyek Tol Cilincing–Cibitung
Aparat Polsek Tarumajaya mencegah aksi warga Kampung Tikungan Desa Segara Jaya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat yang melakukan aksi penghadangan armada proyek PT. Waskita yang tengah melakukan pembangunan jalan Tol Cilincing–Cibitung yang melintas di wilayahnya, Sabtu (1/12/2018).

Aksi penghentian itu, dilakukan di depan kantor Kecamatan Tarumajaya tepat di samping Polsek Tarumajaya. Namun aksi beberapa warga itu, langsung dicegah Anggota Polsek Tarumajaya yang dipimpin Kanit Intel IPDA Hari Purwoko dan diamankan ke kantor Polsek Tarumajaya.

Dihadapan Kapolsek, AKP Agus Rohmat, perwakilan warga, Riki Subakti memaparkan, ada 7 poin tuntutan warga yang harus diakomodir PT. Waskita yang selama ini telah banyak menimbulkan kerugian yakni, perbaikan jalan yang rusak yang dilintasi armada proyek PT. Waskita. 

“Jalanan harus disiram agar tidak menimbulkan debu atau jalan jadi licin setelah hujan akibat tanah yang berceceran dari armada PT. Waskita,” tegasnya.

Pengaturan jam operasional armada proyek yang melintas yang mana selama ini melintas selama 24 jam tanpa henti yang menimbulkan kebisingan sehingga mengganggu ketenangan waktu istirahat warga.

“Pengaturan lalu lintas di titik tertentu yang berpotensi menyebabkan kemacetan. Dan pemasangan PJU di titik jalan yang tidak ada penerangan yang dilintasi armada proyek PT. Waskita,” jelasnya.

Selain itu sambung Riki, ganti untung atas keretakan rumah warga akibat getaran yang ditimbulkan armada proyek PT. Waskita yang melintas termasuk, penyerapan dan pemberdayaan tenaga kerja bagi warga yang terdampak langsung,” tungkasnya.

Setelah menerima penjelasan warga, Kapolsek Tarumajaya melakukan mediasi dengan memanggil PT. Waskita yang diwakili, Arman selaku Humas PT. Waskita dan perwakilan dari Desa Segarajaya, Arie JL selaku Ketua BPD Desa Segarajaya.

Dari hasil mediasi 1 point tuntutan warga yaitu poin ke-6 belum disepakati PT. Waskita karena harus menunggu keputusan dari PT. Waskita pusat. Mereka menjanjikan keputusan akan disampaikan paling lambat, Jumat 7 Desember 2018.

Akhirnya, kesepakatan tersebut ditandatangani diatas materai oleh perwakilan masing masing, baik dari warga maupun PT. Waskita dan disaksikan oleh pihak Desa Segarajaya dan Polsek Tarumajaya serta diakhiri dengan berjabat tangan dan foto bersama. 

Unang, salah warga mengapresiasi sikap yang dilakukan Kapolsek Tarumajaya. ”Inilah yang kami inginkan duduk bersama pecahkan masalah dan menghasilkan solusi,” pungkasnya. (CR-1)



Bagikan:

Label