Bantuan Untuk Warga Kurang Mampu

Polsek Tarumajaya berikan bantuan kepada warga kurang mampu
Polres Metro Bekasi Polsek Tarumajaya melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan pemberian sembako kepada kaum dhuafa, pada Jumat (25/1/2019) lalu. Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Tarumajaya AKP Agus Rohmat dengan didampingi Kanit Binmas Iptu H Riyadi dan Kanit Provost Gatot Supangat.
Bantuan berupa sembako itu diberikan kepada dua orang warga Kampung Kapling, yang pertama adalah Ibu Taroni (65) yang hanya hidup berdua dengan anaknya yang sakit ingatan atau kurang normal. Sehari-hari Ibu Taroni bekerja sebagai pemulung.
Polsek Tarumajaya berikan bantuan kepada warga kurang mampu
Polsek Tarumajaya berikan bantuan kepada warga kurang mampu. (foto: PMJ)

Sedangkan penerima sembako yang kedua adalah Ibu Kacem (60) yang hanya tinggal sendiri di tanah pengairan. AKP Agus menyampaikan bahwa program Polres Metro Bekasi bertujuan untuk memupuk rasa peduli terhadap sesama.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk rasa peduli terhadap sesaam serta menjalin silaturahmi antara Polsek Tarumajaya dengan masyarakat lingkungan ini, semoga kegiatan baksos ini akan memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya masyarakat kurang mampu,” ujar AKP Agus. (BHR)

Sumber PMJ News


Bagikan:

Lahan Kosong Tempat Pembuangan Limbah Berbahaya Ditutup

Lahan Kosong Tempat Pembuangan Limbah Berbahaya Ditutup
ilustrasi
Penyidik Polsek Tarumajaya, Kabupaten Bekasi menutup lahan kosong di Kampung Kramat Blancong RT 01 RW 20, Desa Segara Makmur. Lahan kosong ini diduga terdapat limbah berbahaya yang menyebabkan tiga anak berusia delapan tahun mengalami luka bakar pada kakinya.

"Meminimalisir terjadinya korban kembali, lahan kami tutup total," kata Kapolsek Tarumajaya AKP Agus Rohmat, Rabu (16/1).

Sebelumnya tiga anak mengalami luka bakar. Di antaranya Mahdenda Brata Wiria (9), Raga Sela Panjidarma (8). Keduanya sampai sekarang masih menjalani perawatan intensif di RSUD Koja, Jakarta Utara. Sedangkan, satu korban lainnya, Muhamad Ramadan (8) hanya dirawat di rumahnya.

Luka itu didapatkan ketika tengah bermain di lahan kosong seluas 8000 meter pada Kamis pekan lalu. Tiba-tiba ketika menginjak lumpur di lahan bekas empang dan sawah itu, kaki mereka kejeblos. Dampak yang ditimbulkan, kaki mereka melepuh seperti terbakar. Bahkan dua korban luka parah harus menjalani operasi.

Agus Rohmat mengatakan, sudah ada empat saksi yang diperiksa terkait kasus tersebut. Mereka adalah pemilik lahan berinisial H, dan tiga orang yang menjaga lahan itu. Namun, hasilnya, mereka tak mengetahui pembuang limbah sebagai bahan urugan tersebut.

"Kami masih mengembangkan, kami juga akan memanggil saksi lagi dari pemilik lahan lainnya, serta pengurus RT dan RW," ujar dia.

Polisi menduga lumpur yang diinjak korban merupakan limbah berbahaya. Namun, sampai sekarang belum diketahui jenis limbah maupun kandungan zat kimia. Sebab, masih dalam penelitian oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. [cob]

Sumber: Merdeka.com


Bagikan:

Label